2020 05 12 20.18.22 1

Antisipasi Sampah Covid-19, Solusinya UUPS dan PKPS

Pembina PKPS Surabaya Asrul Hoesein menjadi narasumber dalam Webinar HAKLI: Antisipasi dan Solusi Limbah Covid-19 pada Fasyankes dan Isolasi Mandiri pada Selasa, 12 Mei 2020.

Tentu saja Asrul mengajak semua narasumber dan peserta webinar (sekitar 1.000 orang) untuk tunduk pada regulasi. Dinyatakan bahwa soal sampah medis sebenarnya bukan bermasalah sejak adanya Covid-19.

“Sebelum Covid-19 pun masalah limbah dan sampah medis sudah ada. Saat pandemi ya makin parah lagi,” ujar Direktur Green Indonesia Foundation (GiF) itu.

img 20200510 wa0003 2100715917

Dijelaskan, limbah dan sampah medis tidak akan jadi masalah jika semua pihak menjalankan Undang Undang No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah (UUPS). Terutama pasal 13, 15, 44 dan 45.

“Pasal 13 berbicara tentang pengelolaan sampah kawasan. Kalau rumah sakit dan Fasyankes menjalankan ini, tentu beres masalah sampah dan limbahnya,” terang pria asal Bone, Sulawesi Selatan ini.

Kemudian pasal 15, sambungnya berbicara tentang kewajiban produsen menarik sisa produknya. Asrul meyakinkan bahwa setiap produk yang ada di rumah sakit sudah dijual dengan harga pengelolaan sisa produknya.

20200511 140747 854049185 scaled

“Jadi setiap produk itu sudah dijual termasuk untuk pengelolaan sampahnya. Jadi setiap produk ada di dalamnya biaya untuk mengelola sampahnya,” tegas Asrul.

Dia melanjutkan, pada pasal 44 dan 45 UUPS berbicara tentang sanitary landfill yang harus dibuat oleh semua kabupaten/kota di Indonesia. Keharusan itu sesungguhnya sudah dilaksanakan pada 2009 lalu. Setahun setelah UUPS diundangkan.

“Jika pasal penting di UUPS dilaksanakan, maka keresahan rumah sakit dan Fasyankes atas besarnya biaya pengelolaan sampah dan limbah medis akan terurai,” paparnya. Sebab, semua masalah sudah ada solusinya secara lokal.

20200511 164453 1366165190 scaled

Saat ini, lanjut Asrul, dirinya tengah mendorong terbentuknya Primer Koperasi Pengelola Sampah (PKPS) di seluruh Indonesia bersama Kementerian Koperasi dan UKM. Salah satu tujuannya adalah membantu rumah sakit dan Fasyankes mengelola sampah dan limbah medis.

“Di Surabaya PKPS sudah bergerak. Yaitu, saat semua pengusaha limbah dan sampah media stagnan, PKPS Surabaya yang bergerak membantu rumah sakit mengelola sampahnya,” ungkapnya.

Di akhir paparannya, Asrul merekomendasikan agar bersegera membangun sinergi untuk menjalankan UUPS. Baik dengan menciptakan kolaborasi antara GiF, HAKLI, Kementerian Kesehatan, Kementerian Desa, Kementerian Koperasi dan UKM serta ATKLRSI.

1584639230593 868998212

Tujuan jangka pendeknya antara lain menciptakan pengelola sampah berbasis fasyankes dan masyarakat yang selanjutnya bermitra dengan PKPS di masing-masing kabupaten/kota. Sementara tujuan jangka panjangnya adalah mendorong bupati dan walikota untuk membangun sanitary landfill di seluruh Indonesia.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum HAKLI, Prof. Arif Sumantri sepakat bahwa menjalankan UUPS merupakan solusi penanganan sampah dan limbah medis di masa Covid-19 maupun jangka panjang. “Kita harus tindaklanjuti hasil webinar ini. Terutama terkait dengan UUPS dan pendukungnya seperti yang dijelaskan Pak Asrul,” tegasnya. (kka)

Share

Leave comment

Subscribe to our Newsletter!

Sign up to receive environmental news and updates!

dev